MOTTO & VISI
: - Senin, 06-07-2020
  • MOTTO / Sekolah Unggul, Berbudaya dan Berkarakter
  • VISI / Terwujudnya Peserta Didik yang Berkarakter, Cerdas, Terampil, Mandiri, dan Berwawasan Global
PPDB, Orang Tua Dituntut Memahami Sistem Zonasi

JEMBER – Kurangnya memahami strategi dan petunjuk pelaksanaan dalam mendaftarkan anaknya berakibat banyak calon peserta didik gagal mendapatkan sekolah melalui jalur zonasi. Oleh karena itu,  peran pro aktif dari orang tua dalam mencari tahu penting.

Kepala SMAN 3 Jember, Rosyid Althaf, menjelaskan, sejauh ini pendaftaran PPDB di sekolahnya melalui jalur zonasi, sudah banyak calon peserta didik yang tidak masuk karena banyak orang tua yang tidak memahami juknis sistem zonasi.

“Tidak masuknya ini dikarenakan ketidaktahuan baik dari peserta maupun orang tua dalam memahami jalur masuk ini,” kata Rosyid, Rabu (19/6/2019).

Lebih lanjut Rosyid mengatakan, perlunya masyarakat selaku orang tua pro aktif untuk mencari informasi, khususnya membaca dan memahami petunjuk teknis dan bagaimana strategi agar lolos seleksi.

“Selain itu, sosialisasi juga perlu dilakukan oleh pihak terkait. Seperti di SMAN 3 Jember sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah SMP di Jember sebelum PPDB dimulai,” ujarnya.

Rosyid juga menambahkan, pihaknya telah mensosialisasikan mengenai strategi, teknis dan sebagainya di jalur zonasi.

“Pasalnya, nilai UN tinggi belum tentu diterima kalau salah memilih, namun yang diperhitungkan yaitu terkait jarak atau zonasi tersebut,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jember, Lutfi Isa Anshori, menjelaskan, satu sisi penerapan sistem zonasi ini sangat membantu pemerataan peserta didik karena kedekatan jarak antara rumah dengan sekolah.

Kepala Cabang Dinas Provinsi Jatim Pendidikan Wil. Kab. Jember

“Di sisi lain adalah kemampuan peserta didik yang beragam,” kata Lutfi.

Lutfi juga menerangkan, beragamnya input dari penjaringan di jalur zonasi ini merupakan tantangan bagi sekolah untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di sekolah agar menjadi terbaik.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dengan parameter nilai Ujian Nasional, di sekolah-sekolah tertentu hanya dipenuhi oleh para peserta didik yang memiliki rata-rata Ujian Nasional tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Lutfi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan terobosan terkait pemetaan kompetensi tenaga pendidik.

“Zonasi ini nantinya akan didukung dengan pemetaan guru, sarana dan prasarana. Lambat laun, kualitas sekolah pun semakin merata,” jelasnya

dikutip dari : CENDANANEWS.